Begini Caranya Bagi Pegawai Baru yang Pingin Segera Punya Rumah


Harga rumah yang tinggi pada kondisi saat ini bisa membuat banyak orang patah arang untuk dapat segera memiliki rumah sendiri. Namun bagaimanapun, rumah merupakan kebutuhan pokok sehingga mau nggak mau, cepat atau lambat harus dipenuhi. 




Bagi Anda yang baru saja mulai merintis karier dalam sebuah pekerjaan dengan gaji yang pas-pasan, tentu tidak salah kalau mempunyai perasaan pesimis bisa membeli rumah. Namun jika dibanding orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tentu Anda masih lebih beruntung. Kini dengan memiliki gaji bulanan, sudah dipastikan Anda mempunyai pemasukan keuangan yang tetap. Oleh karena itu, ada baiknya Anda segera menyisihkan sebagian gaji Anda untuk dialokasikan guna membeli sebuah hunian.

Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya memiliki hunian sendiri sejak dini atau saat masih lajang tentu lebih baik dari pada harus sewa. Saat masih lajang, Anda mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menyisihkan gaji guna pembelian rumah dibanding nanti jika sudah berkeluarga. Semua orang pasti maklum, setelah berkeluarga pasti pengeluaran akan semakin banyak.

Untuk itu Anda perlu fokus menyangkut perencanaan finansial. Sebagai orang yang masih lajang biasanya masih senang menghabiskan uang untuk kebutuhan tersier, misalnya untuk hiburan dan gaya hidup atau penampilan yang berlebihan hingga lupa menyisihkan dana tabungan untuk membeli rumah yang merupakan kebutuhan primer.

Anda perlu paham dan menyadari bahwa memiliki rumah sendiri dengan segera, selain sebagai tempat tinggal tanpa sewa, juga bisa sebagai tabungan atau investasi di masa depan. Harga rumah yang terus naik setiap tahun bisa menjadi keuntungan tersendiri, bahkan tak ada ruginya bagi siapapun yang segera memiliki rumah.

Bagaimana tips memiliki rumah saat Anda baru saja diangkat menjadi pegawai? Poin pentingnya, Anda harus punya perencanaan pengeluaran yang baik dari gaji bulanan yang Anda terima, berikut beberapa diantara kiatnya.

1. Hitung pengeluaran bulanan

Pastikan dan tempatkan pada prioritas utama dalam perencanaan pengeluaran Anda untuk kebutuhan primer, yaitu keperluan sandang, pangan dan papan. Baru setelahnya, Anda juga harus memasukkan tanggungan lain dari gaji yang Anda terima setiap bulan. Dari sini Anda tentu sudah bisa mengukur kemampuan finansial Anda untuk membeli tempat hunian.

2. Beli rumah sesuai penghasilan

Jangan memaksakan diri untuk memiliki rumah yang tidak sebanding dengan penghasilan, karena bisa membuat kacau keuangan Anda. Yang perlu Anda tanamkan dalam diri Anda adalah lebih baik memiliki rumah sendiri dari pada mengontrak. Jadi, cari tipe rumah yang sesuai kemampuan, ini sudah lebih dari cukup untuk hidup nyaman. Apabila nanti karier dan pendapatan naik, Anda bisa rencakan kembali untuk memiliki rumah yang lebih baik.

3. Beli rumah melalui KPR

Anda bisa membeli rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kini banyak disediakan pengembang properti. Dengan mencicil KPR, beli rumah akan terasa lebih ringan. Jangan lupa cari pengembang yang sudah punya nama dan terpercaya.

4. Menabung untuk DP

Biasanya kesulitan utama memiliki rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat kredit KPR. Sementara itu, hampir mustahil mengambil rumah jika tidak lewat kredit bank. Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah.

Langkah paling basic adalah menabung dari penghasilan. Namun, banyak yang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka.Cara yang paling efektif adalah menabung ketika baru terima gaji. Jangan tunda sampai akhir bulan, namun saat gaji masuk rekening, langsung disisihkan untuk uang muka.

5. Memanfaatkan program cicilan DP

Jika kesulitan menyediakan uang DP, ada salah satu solusinya yaitu ikut program cicilan DP. Anda mencicil uang muka selama jangka waktu tertentu. Program ini diinisiasi oleh developer.

Contohnya, pengembang memberikan waktu selama 22 bulan bagi calon pembeli untuk mencicil uang muka yang dihitung berdasarkan harga beli yang sudah ditentukan di awal. Calon pembeli mencicil DP ke pengembang. Setelah uang muka lunasi, barulah calon pembeli mengajukan kredit ke bank.

Harga sudah disepakati diawal. Karena itu, saat nanti lunas beberapa bulan kemudian, harga beli tidak akan berubah dari yang sudah disepakati. Meskipun program ini cukup membantu, namun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu :
  • Harga beli dengan cicilan DP lebih tinggi dibandingkan tanpa cicilan DP. Ini karena pengembang ‘kehilangan’ waktu menunggu Anda menyelesaikan uang muka.
  • Jika ditengah jalan, Anda gagal menyelesaikan cicilan DP atau akhirnya pengajuan kredit tidak disetujui bank, maka cicilan yang sudah dibayarkan akan hangus.


6. Ambil KPR tenor paling lama

Bagi Anda yang masih muda dan baru masuk bekerja, Anda akan memiliki fleksibilitas tenor KPR, Anda bisa mengambil kredit dengan jangka waktu paling panjang. Bank umumnya menetapkan masa diatas usia pensiun 55 tahun sebagai batasan tidak boleh mencicil kredit lagi. Artinya, para pekerja muda punya kesempatan mengambil masa pinjaman yang maksimal.

Saat ini, bank memberi pinjaman KPR paling lama adalah dalam jangka waktu 25 tahun. Anda yang masih berusia kurang dari 30 tahun bisa mengambil masa tenor paling panjang tersebut. Dengan tenor panjang, maka akan menurunkan jumlah cicilan per bulan sehingga beban keuangan Anda bisa lebih ringan.

Nah, itulah tips memiliki rumah bagi Anda yang masih termasuk baru menjadi pegawai. Bagaimana, Anda tertarik? Ingat ya, rumah adalah kebutuhan primer, semua membutuhkan tempat tinggal yang layak. Lebih cepat Anda realisasikan tentu akan lebih baik. 





Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates